andai engkau tahu betapa mngguncangnya tubuhku saat menerima panggilanmu,
andai engkau juga paham, betapa derasnya aliran darah yang mengalir dari kepala hingga kaki,
akupun heran mengapa aku begini,
aku wanita terlogis dan tak cengeng untuk masalah cinta,
tapi tidak untuk mu
mingkin sihir yang telah kau taburkan sudah merasuk sampai ke akar-akar hati,
berapa kalipun kecewa, cukup kau senyum, aku tau kau tak serius
betapapun hebatnya kau membantingnya, saat kau mengulurkan tangan meraihku, aku tau kamu tidak berniat begitu
tapi entah siapa yang membuat argumen itu,
mungkin jiwa piluku yang menguatkanku untuk menghilangkan lara yang ada, sehingga aku buta dan mati rasa karenanya.
tak tahukah kamu bagaimana menjadi aku yang selalu mengobati hati dengan bisikanku sendiri agar aku tegar?
aku tak menuduhmu sebagai penjahat, tapi aku ingin kamu tahu, aku sungguh ingin bisa sejahat dirimu yang begitu hebatnya meruntuhkan, dan membangun lagi istana pasir yang telah kau runtuhkan, aku ingin kamu tahu.....
aku ingin kau tahu, bahar...
aku ingin kamu paham....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar